You are hereThe Sphere Project Humanitarian Standards

The Sphere Project Humanitarian Standards


By djuni - Posted on 13 January 2009

 THE SPHERE PROJECT

The Sphere Project adalah inisiatif sukarela yang melibatkan beragam lembaga kemanusiaan bersama-sama untuk suatu tujuan bersama – yaitu memperbaiki mutu bantuan kemanusiaan dan akuntabilitas pelaku kemanusiaan terhadap konstituennya, para donor dan masyarakat yang terkena bencana.
 
The Sphere Handbook, Humanitarian Charter and Minimum Standards in Humanitarian Response adalah rangkaian prinsip-prinsip umum dan standar-standar minimum universal dalam penyelamatan kehidupan dalam tanggap kemanusiaan.
 
Dibentuk pada tahun 1997, the Sphere Project bukanlah organisasi keanggotaan. Dikelola oleh suatu Badan yang terdiri dari perwakilan jejaring lembaga-lembaga kemanusiaan global. Sekarang ini The Sphere Project adalah suatu komunitas praktisi tanggap kemanusiaan yang bersemangat.
 
Visi The Sphere Project
"Sphere bekerja untuk suatu dunia di mana hak semua orang yang terkena bencana dibangun kembali kehidupannya dengan cara yang menghargai suara dan mempromosikan martabat, matapencaharian dan keamanannya." [Strategi The Sphere Project 2015]
 
 
Buku Sphere
The Sphere Handbook: Humanitarian Charter and Minimum Standards in Humanitarian Response (Buku Sphere: Piagam Kemanusiaan dan Standar-standar Minimum dalam Respons Kemanusiaan) tersedia dalam bahasa Inggris dan banyak bahasa lainnya, termasuk bahasa Indonesia. 
 
Buku Sphere adalah salah satu rangkaian prinsip-prinsip umum dan standar minimum universal untuk menyampaikan tanggap kemanusiaan bermutu yang paling diketahui dan dikenali secara internasional. Karena tidak dimiliki oleh suatu organisasi, maka Sphere diterima secara luas di bidang kemanusiaan.
 
Buku panduan ini menempatkan hak-hak masyarakat yang terkena bencana menyangkut hak hidup bermartabat, perlindungan dan bantuan pada pusat aksi kemanusiaan. Dia mempromosikan partisipasi aktif masyarakat yang terkena juga pihak berwewenang setempat dan nasional, dan digunakan untuk merundingkan ruang dan sumber-sumber kemanusiaan dalam pekerjaan-pekerjaan kesiap-siagaan bencana.
 
Standar minimum mencakup empat bidang penyelamatan kehidupan bantuan kemanusiaan, yaitu pasokan air, sanitasi dan promosi kebersihan; ketahanan pangan dan gizi; hunian, pemukiman dan bantuan non-pangan; dan aksi kesehatan.
 
Sandingan Sphere
Pengurus The Sphere Project telah mengakui standar-standar yang dihasilkan oleh organisasi-organisasi dan jejaring yang aktif dalam pendidikan, pemulihan ekonomi, ternak sebagai standar rekan dan pelengkap the Sphere Handbook Humanitarian Charter and Minimum Standards in Humanitarian Response. Mereka adalah buku INEE – Standar-standar Minimum Pendidikan: Kesiapsiagaan, Tanggap Darurat dan Pemulihan, buku LEGS – Standar dan Panduan Ternak dalam Tanggap Darurat, dan buku SEEP – Standar Minimum Pemulihan Ekonomi Pasca Krisis.  
 
Presiden IFRC (Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah) Tadateru Konoé menekankan pentingnya promosi ketaatan pada prinsip-prinsip kemanusiaan.
 
Komitmen the International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) pada hukum humaniter dan standar-standar dan secara khusus pada the Sphere Project disampaikan pada Konferensi Internasional ke 31 Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
Dalam pernyataan pembukaannya, pada tanggal 28 November 2011, Presiden IFRC Tadateru Konoé mengafirmasi keterlibatan IFRC dalam inisiatif internasional termasuk Piagam Kemanusiaan dan Standar-standar Minimum dalam Respons Kemanusiaan, yang dikenal sebagai the Sphere Project.
 
"Gerakan (Palang Merah dan Bulan Sabit Merah) selalu di garda depan dalam mengangkat standar-standar kemanusiaan untuk membuat dunia tempat yang aman untuk semua," kata Konoé.
 
Inisiatif ini diikuti dengan keterlibatan kuat IFRC dalam “Panduan fasilitasi dan pengaturan bantuan darurat dan pemulihan awal internasional yang dikenal sebagai panduan IDRL,” jelasnya. Ini dapat membantu mengantisipasi dan menyelesaikan masalah-masalah umum peraturan operasi internasional, membantu meningkatkan kecepatan masuknya bantuan darurat dan memastikan pengendalian oleh pihak berwewenang setempat."
 
Berkaitan dengan pengembangan kapasitas anggota IFRC, Konoé membangkitkan “pentingnya promosi pemenuhan prinsip-prinsip kemanusiaan sebagai suatu dasar bersama untuk koordinasi di antara para mitra".
 
Presiden IFRC menekankan “karena bencana meningkat jumlah dan kerumitannya, pemerintah membutuhkan suatu sistem yang seimbang dan disiapkan dengan baik seperti digambarkan dalam Panduan IDRL jika bantuan internasional harus dikelola dengan tepat”.

Meningkatnya keterlibatan pemerintah dan militer dalam fase tanggap darurat bencana” dapat juga juga mengakibatkan kesulitan. Menurut Konoé, "salah satu tantangan utama dalam menjembatani bantuan nasional dan internasional adalah kurangnya kesepahaman, dialog dan sharing-pengetahuan di antara pemerintah yang terkena bencana dan masyarakat internasional. Ini mengakibatkan kesenjangan kepercayaan, juga kegagalan berkoordinasi, dan menghambat kemampuan bekerjasama dengan tepat."
 
"Kita harus membangun dan memelihara relasi dengan semua pelaku yang terlibat dalam tanggap darurat dan pemulihan, sementara bekerja sesuai mandat masing-masing dan melaksanakan prinsip-prinsip dasar yang membedakan kita,”  Konoé menegaskan.
 
Belajar mengenai Sphere
 
MPBI menawarkan kesempatan belajar sekadar kenal Sphere, atau tingkat dasar, penyegaran untuk telah mengenal Sphere sebelumnya, dan juga menawarkan pelatihan pelatih Sphere.
 
Bagaimana memanusiakan sesama dalam situasi kebencanaan, merupakan hal utama yang ingin disampaikan melalui Sphere, melalui prinsip-prinsip kemanusiaannya, yaitu:
·         Hak atas hidup bermartabat;
·         Hak atas bantuan; dan
·         Hak atas perlindungan dan keamanan.
 
Ketiga prinsip yang disebut Piagam Kemanusiaan diterjemahkan dalam 4 prinsip perlindungan dan standar-standar minimum dalam 4 bidang kehidupan utama.
 
Mendahului bidang-bidang teknis, ada 6 standar inti yang berlaku pada semua sektor, yaitu berpusat pada masyarakat; koordinasi dan kerjasama; pengkajian/penilaian; perancangan dan tanggapan; kinerja, transparansi dan pembelajaran; dan kinerja pekerja kemanusiaan.
 
Bagaimana memesan buku Sphere
Untuk edisi berbahasa Inggris, silakan kontak toko buku “Practical Action”.
Untuk edisi berbahasa Indonesia, silakan kontak MPBI, melalui :
 perkumpulan.mpbi@gmail.com,
telepon/facsimile . 021 445 880 79; HP 08111681942
 
 
Pelatihan Sphere yang pernah dilakukan MPBI (dari terakhir dilaksanakan) :
Pelatihan Sphere Dasar 2011
Jakarta, 29 Februari  -3 Maret 2012
Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) telah menyelenggarakan Pelatihan SPHERE Dasar 2011. Pelatihan diselenggarakan di Wisma UNJ Jakarta Timur dari tanggal 29 Feb – 3 Maret 2012. Pelatihan diikuti oleh 5 orang mitra latih yang terdiri dari 2 perempuan dan 3 laki-laki berasal dari Trocaire Timor Leste, MDMC, RS Muhammadiyah Lamongan, Muslim Aid. Tim Fasilitator terdiri dari : H. Iskandar Leman (Focal Point Sphere Indonesia - MPBI) dan Catur Joko Sudira.
Selama pelatihan mitra latih mendengarkan paparan, berdiskusi, main peran. Mitra latih menilai sasaran pelatihan tercapai, harapan peserta pelatihan terpenuhi, dan merasa puas dengan proses pelatihan.
Mitra latih merencanakan mempelajari kembali bahan-bahan pelatihan, melaporkan pada atasannya dan membagikan pembelajarannya kepada rekan‐rekan kerja, serta akan menerapkannya dalam tugasnya.
 
Adapun mitra latih yang mengikuti Pelatihan tersebut adalah :
1.     Angelina de Araujo (Trocaire Timor Leste)
2.     Barori Budi Aji (MDMC)
3.     Ruchin (RS Muhammadiyah Lamongan)
4.     Era Catur Prasetya (RS Muhammadiyah Lamongan)
5.     Haidi Marlina MDS (Muslim Aid)
 
Pelatihan Pelatih Sphere 2011 ToT
Bogor, 27 November -3 Desember 2011
Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) bekerjasama dengan International Federation of Red Cross and Red Cresent Societies (IFRC) telah menyelenggarakan SPHERE 2011 Training of Trainers. Pelatihan pelatih ini bertaraf internasional dengan bahasa pengantar bahasa Inggris. Pelatihan diselenggarakan di D’Agape Residence Gadog, Bogor dari tanggal 27 Nov – 3 Des 2011. Pelatihan diikuti oleh 22 orang mitra latih yang terdiri dari 8 perempuan dan 14 laki-laki berasal dari IFRC, Palang Merah Indonesia, Palang Merah Belgia, Palang Merah Italia, Palang Merah Australia, Palang Merah Kanada, Action Contre le Faim, Save the Children, The Johanniter International dan World Vision International.
Tim Fasilitator terdiri dari : Vikrant Mahajan (Sphere India), H. Iskandar Leman (Focal Point Sphere Indonesia - MPBI) dan Benny Usdianto.
Selama pelatihan mitra latih mendengarkan paparan, berdiskusi, dan berlatih memfasilitasi sesi pelatihan. Mitra latih menilai sasaran pelatihan tercapai, harapan peserta pelatihan terpenuhi, dan merasa puas dengan proses pelatihan.
Mitra latih merencanakan mempelajari kembali bahan-bahan pelatihan, melaporkan pada atasannya dan membagikan pembelajarannya kepada rekan‐rekan kerja, serta akan menerapkannya dalam tugasnya.
 
Adapun mitra latih yang mengikuti Pelatihan tersebut adalah :
6.     Agung Lestyawan (International Federation Red Cross/IFRC)
7.     Anggraeni Puspitasari (World Vision Indonesia)
8.     Arna Ferra Juanie (PMI Jawa Timur)
9.     Dewi Sri Sumanah (PMI Jakarta Utara)
10. Dewi Reny Anggraeni (PMI Bali)
11. Doda Goccy Nugroho (Action Contre la Faim/ACF)
12. Fadli Usman (World Vision Indonesia)
13. Febriant Abby Marcel Mamesah (World Vision Indonesia)
14. Handry Hatta (Canadian Red Cross)
15. Lana Kuduzovic (Canadian Red Cross)
16. Lufti Faurusal Hasan (PMI Ketapang)
17. Maureen Laisang (Save The Children)
18. Matteo Ciarli (Italian Red Cross)
19. Novelina   Laheba (International Federation Red Cross/IFRC)
20. R. Endro Teguh Kusumo (PMI Cilacap Jawa Tengah)
21. Robertus Sulistyo (International Federation Red Cross/IFRC)
22. Dr. Hely Stenley Sajow (International Federation Red Cross/IFRC)
23. Tonggo Uli Yusmaniar Manurung (The Johanniter International)
24. Teuku Khairil Azmi (Australian Red Cross)
25. Wayne Ulrich (International Federation Red Cross/IFRC)
26. William Halder (Belgian Red Cross)
27. Mujtahiddin (PMI Pusat)
 
Pelatihan Dasar “Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum dalam Respons Bencana Proyek Sphere”
Jakarta, 8-12 Maret 2011
Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) bekerjasama dengan Oxfam Timor Leste telah menyelenggarakan Pelatihan Dasar Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum Respons Bencana – Proyek Sphere di Jakarta dari tanggal 8 – 12 Maret 2011 yang diikuti oleh 10 orang mitra latih terdiri dari 9 orang laki-laki, 1 orang perempuan.
Mitra latih berasal dari Oxfam Timor Leste, Administrator district Oecusse, Penanganan Sosial, Focal Point Disaster District, mitra lokal FFSO, di Oecusse, Covalima, Dili, Timor Leste. Pelatihan diselenggarakan di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta dan mitra latih tinggal di hotel tersebut juga.
Fasilitator pada pelatihan ini adalah dr. H. Iskandar Leman, MDM (MPBI) dan Catur Joko Sudiro (MPBI).
Pada akhir pelatihan mitra latih merencanakan mempelajari kembali bahan-bahan pelatihan, melaporkan pada atasannya dan membagikan pembelajarannya kepada rekan‐rekan kerja, membuat Workshop district, membuat pelatihan sphere serta berminat mengikuti pelatihan‐pelatihan lain yang dilakukan MPBI. Fasilitator merekomendasikan Oxfam GB untuk memantau pelaksanaan rencana tindak lanjut mitra latih dan mendukung mitra untuk melaksanakan rencana mereka.
 
Adapun mitra latih yang mengikuti Pelatihan tersebut adalah :
1.     Afonso Nogueira Nahak/Alfonso (Government Secretario DDMCCovalima)
2.     Antonio Da Costa Santos Government (MSS DNGN Timor Leste)
3.     Carlos Dos Santos Correia (CCA & RIC Staf Oxfam Timor LesteRua Bidau Akadiruhum,Dili Timor Leste)
4.     Cornelio Da Cruz De Araujo (Government Focal point for Disaster District Oecusse Timor Leste)
5.     Felisbela De Araujo (Government Focal point for Disaster District Covalima Timor Leste)
6.     Jose Anuno (Government District Administrator, President DDMC District Oecusse Timor Leste)
7.     Luis Fernandes (CCA & RIC Staf Oxfam Timor Leste Rua Bidau Akadiruhum,Dili  Timor Leste)
8.     Rufino Da Costa Simoes (Humanitarian Program Oxfam Timor Leste Rua Bidau Akadiruhum,Dili Timor Leste)
9.     Valeriano Lucrecio Dos Reis Madeira (Logistic Coordinator Oxfam Timor Leste Rua Bidau Akadiruhum,Dili Timor Leste)
10. Zeca de Carvalho (Lokal NGO Timor Leste (FFSO Oecusse)
 
Pelatihan Pelatih Sphere (ToT Sphere) dan Pelatihan Dasar
Bandung, 12-16 Juli 2010
MPBI telah menyelenggarakan In House Pelatihan Pelatih Piagam Kemanusiaan Proyek Sphere dan Standar Minimum dalam Respons Bencana (TOT Sphere) di Kantor Ibu Foundation di Bandung, Jawa Barat pada 12-16 Juli 2010.
Pelatihan diikuti oleh 8 orang mitra latih dari Ibu Foundation yang terdiri dari 3 perempuan dan 5 laki-laki. Fasilitatornya adalah : Catur Djoko Sudira (MPBI), Sofyan (MPBI), Adi Nugroho (MPBI), Oya Rocita .
Adapun mitra latih yang mengikuti pelatihan ToT Sphere tersebut adalah :
1.     Mulyana Brata Manggala
2.     Muhammad Raden Ricky Ismail
3.     Vanie Marissa Iskandar
4.     Iswar Abidin
5.     Endri Budiwan
6.     Rika Setiawati
7.     Ranti Wulansari
8.     dr. Ridwan Gustiana
 
Adapun mitra latih yang mengikuti Pelatihan Dasar Sphere tersebut adalah :
1.     Destrian Setiawan
2.     Muhammad Fauzi
3.     Lina Meutia Moeis
 
Pelatihan Dasar “Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum dalam Respons Bencana Proyek Sphere”
Jakarta, 18-22 Mei 2010
MPBI telah menyelenggarakan Pelatihan Dasar Piagam Kemanusiaan Proyek Sphere dan Standar Minimum dalam Respons Bencana di Ruang Pelatihan MPBI, Jl. Kebon Sirih 5 G Jakarta Pusat pada 18-22 Mei 2010.
Pelatihan diikuti oleh 3 orang mitra latih yang terdiri dari 2 perempuan dan 1 laki-laki berasal ydari RS Islam Surabaya – Jemursari, Sucofindo, Mercy Corps. Tim Fasilitatornya adalah : Catur Djoko Sudira (MPBI) dan Sofyan (MPBI).
Adapun mitra latih yang mengikuti pelatihan tersebut adalah :
1.     dr. Eko Wahyu Agustin (RS Islam Surabaya – Jemursari)
2.     Novianti Lestari (Sucofindo)
3.     Dasci Fadihu (Mercy Corps)
 
Pelatihan Dasar “Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum dalam Respons Bencana Proyek Sphere”
Jakarta, 6-10 Juli 2009
MPBI telah menyelenggarakan Pelatihan Dasar Piagam Kemanusiaan Proyek Sphere dan Standar Minimum dalam Respons Bencana di Ruang Pelatihan MPBI, Jl. Kebon Sirih 5 G Jakarta Pusat pada 6-10 Juli 2009. Tim Fasilitatornya adalah : H. Iskandar Leman, Adi Nugroho, Oya Rocita. Pelatihan dihadiri oleh 13 peserta, 4 di antara mereka adalah perempuan. Para peserta bekerja di pemerintah kabupaten lokal (Kesbanglinmas, lembaga yang menangani manajemen bencana), sektor swasta (Unilever, konsultan freelance), INGO (Plan International, Arbeiter Samaria Bund Deutschland ev), United Nations Fund for Population Agency (UNFPA), LSM Nasional (CBDRM Nahdlatul Ulama - salah satu Organisasi Islam terbesar yang unit berkaitan dengan masyarakat berbasis manajemen risiko bencana), dan LSM lokal (Yayasan Jambata, Palu). Distribusi geografis adalah Jakarta, Yogyakarta, Palu (Sulawesi Tengah), Tahuna (Sulawesi Utara), dan Maumere (Flores).
Berikut nama-nama peserta yang mengikuti pelatihan ini:
1.     Abdul Jamil, Jamil (CBDRM NU)
2.     As Ari Wahyu Utomo  (Arbeiter Samaria Bund Deutschland ev)
3.     Dyah Harini/Nunu (MPBI)
4.     Katharina Maria Anggraeni D.K.Ardi (Plan Indonesia)
5.     Lany Harijanti (UNFPA)
6.     Leny Jakaria (UNFPA)
7.     Maryadi Nurhadiprayitno (MP2KI – DKI Jakarta)
8.     Rockefeler M. Parera (Kesbang dan Linmas Kabupaten Kepulauan Sangihe)
9.     Sari Ranti Tobing (Yayasan Unilever Indonesia)
10. Wahyu Sulastomo (Arbeiter Samaria Bund Deutschland ev)
11. Yohanes B. Joman (Plan Indonesia)
12. Yovianus Toni Sakera (PADMA)
13. Zarlif (Jambata)
 
Pelatihan Dasar “Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum dalam Respons Bencana Proyek Sphere”
Jakarta, 14-17 Desember 2009
MPBI telah menyelenggarakan Pelatihan Dasar Piagam Kemanusiaan Proyek Sphere dan Standar Minimum dalam Respons Bencana di Ruang Pelatihan MPBI, Jl. Kebon Sirih 5 G Jakarta Pusat pada 14-17 Desember 2009.
Pelatihan diikuti oleh 9 orang mitra latih yang terdiri dari 1 perempuan dan 8 laki-laki berasal dari Caritas Czech Republic (CCR), Kogami Padang, BPBD Kabupaten Sangihe, Badan Lingk Hidup Kab. Sangihe, Plan International Dompu.
Tim Fasilitatornya adalah : H. Iskandar Leman (MPBI) dan Adi Nugroho (MPBI).
Adapun mitra latih yang mengikuti pelatihan tersebut adalah :
1.     Daniel Parande (Caritas Czech Republic)
2.     Deni Sugiarto (Caritas Czech Republic)
3.     Sapta Pramudya Pandia (Caritas Czech Republic)
4.     Said Ridha (Caritas Czech Republic)
5.     Roni Pasla (Kogami Padang)
6.     Sukardi (BPBD Kabupaten Sangihe)
7.     Elvira Juanita Aling (Badan Lingk Hidup Kab. Sangihe)
8.     Abdul Haris (Plan International Dompu)
9.     Hasan Ahmad (Plan International Dompu)
 
 
Pelatihan Dasar “Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum dalam Respons Bencana Proyek Sphere”
Yogyakarta, 17-20 September 2006
MPBI bekerjasama dengan HIVOS telah menyelenggarakan Pelatihan Dasar Piagam Kemanusiaan Proyek Sphere dan Standar Minimum dalam Respons Bencana di Hotel GALUH, Prambanan, Yogyakarta pada hari Minggu, 17 September sampai dengan Rabu, 20 September 2006.
Pelatihan diikuti oleh 22 orang peserta pelatihan yang mengikuti pelatihan sejak awal, namun hanya 20 orang yang dinyatakan lulus dan 2 orang dinyatakan tidak lulus akibat tidak mengikuti salah satu sessi. Dari 22 orang peserta tersebut masing-masing terdiri atas 11 orang perempuan dan 11 orang laki-laki yang mewakili mitra-mitra Hivos.
Tim Fasilitatornya adalah : Inda Fatinaware dan Ambo Tang.
Adapun mitra latih yang mengikuti pelatihan tersebut adalah :
1.    Lesman
2.    Persepsi
3.    Yayasan Kembang
4.    Circle Indonesia
5.    Dream/Kappala
6.    FKSIP (2 orang)
7.    Setara
8.    Jarnop
9.    Sahabat Perempuan
10. Seknas Asppuk
11. RTND
12. KRKP
13.Jaringan komunitas siaga merapi
14. Kesbang Linmas Boyolali
15. Guru SMPN 1 Wedi
16. Dinkes dan Dinsoso Boyolali
17.Arak Kalten
 
 
Pelatihan untuk Pelatih Sphere (ToT Sphere) Tingkat Nasional
Magelang, 18-23 September 2005
Pelatihan untuk Pelatih Sphere Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh MPBI ini berlangsung dari tanggal 18-23 September 2005, di Magelang-Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan pelatihan ketiga untuk wilayah Asia Timur dan Pasifik, dan pertamakali diselenggarakan di Indonesia. Peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 22 orang, yang sebelumnya para peserta ini telah mengikuti pelatihan dasar Sphere di tiga kota (Bogor, Denpasar, dan Denpasar).
Selain berasal dari beragam latarbelakang (pemerintah, akademisi, LSM lokal/internasional, masyarakat), ke-22 peserta tersebut merepresentasikan wilayah yang berbeda-beda: 10 peserta berasal dari Jakarta, 3 dari Jawa Tengah, 2 dari Jawa Timur, 2 dari Sulawesi Selatan, 2 dari Aceh, 1 dari Bali, 1 dari Papua, dan 1 peserta dari Nusa Tenggara Timur.
Fasilitator Training :
1. Mark Prasopa-Plaizier (pernah di RedR, sekarang di Oxfam International, Geneva)
2. Lusi (Oxfam Australia)
3. Ginny (Oxfam Australia)
4. Benny Usdianto (Oxfam GB)
5. H. Iskandar Leman (Oxfam International, Oxfam America)
6. Eko Prasetyo (CWS)
 
Berikut ini nama-nama peserta yang ikut TOT Sphere di Magelang.
1. Adi Nugroho (SHEEP Indonesia
2. Ambo Tang (YSBB-Makassar)
3. Banu Subagyo (Oxfam GB)
4. Catur J. Sudira (MPBI)
5. Didik S. Mulyana (Komunitas Peduli Bencana)
6. Edi Purwanto (YEU – Ambon)
7. Eko Supeno (LPPM-UNAIR)
8. Endra Setyawan (PMI Bali)
9. Faisal Djalal (Como Consulting-Jakarta)
10. Inda Fatinaware (Pokja Analisis dan Studi Kebijakan-Makassar)
11. Julius Nakmofa (FKPB-Kupang)
12. Nurjanah (Puskasi STKS-Bandung)
13. Oya Rocita (Kerlip-Bandung)
14. Raja Surya DM. (Polhukam)
15. Saiful Syahman (Islamic Relief)
16. Sigit Gendon Widdiyanto (Kappala Indonesia-Yogyakarta)
17. Sofyan (Desk Aceh-Walhi Eknas) 18. Surya Aslim (Islamic Relief)
19. Tri Dani Widyastuti (Pusat Studi Bencana ITS-Surabaya)
20. Usman Fabanyo (LSM Primari-Nabire, Papua)
21. Wanti Maulidar (Yayasan Bungoeng Jeumpa)
22. Winarno Yusdi (IIDP-Jakarta).