You are hereManggarai Dilanda Hujan dan Angin Kencang
Manggarai Dilanda Hujan dan Angin Kencang
Manggarai Dilanda Hujan dan Angin Kencang
Ditulis oleh Hans
Wednesday, 20 January 2010 20:35
Sekolah dan Rumah Warga Rusak Parah
Ruteng, NTT Online - Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi beberapa hari belakangan ini di Kabupaten Manggarai telah menyebabkan sebuah sekolah yakni SDN Lengor, Desa Pong Lengor, Kecamatan Rahong Utara rusak parah.
Selain itu, dilaporkan beberapa rumah warga di kecamatan Rahong Utara, Wae Rií dan Satar Mese juga mengalami kerusakan akibat dierjang angin kencang yang disertai hujan deras. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Manggarai, Drs. Siprianus Jamu mengatakan, hujan deras dan angin kencang di daerah Kabupaten Manggarai telah berlangsung sejak 14 Januari lalu. Akibatnya, lima ruang kelas SDN Lengor, Desa Pong Lengor, Kecamatan Rahong Utara roboh hingga rata dengan tanah. Sementara 3 ruangan lainnya dalam kondisi memprihatinkan.
Untuk sementara menurut Jamun, pihaknya telah berkoordinasi dengan dengan Pastor Paroki setempat agar memakai kapela (tempat ibadah, red) sebagai tempat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai juga telah memberikan bantuan darurat berupa tripleks untuk membuat skat di kapela tersebut. “Langkah ini kami lakukan agar tidak terjadi kefakuman dalam proses belajar mengajar di sana,” kata Jamu.
Jamu menambahkan, selain gedung sekolah SDN Lengor, hujan deras dan angin kencang juga menyebabkan sejumlah rumah warga rusak. Rumah-rumah yang rusak itu berada di Kecamatan Wae Ri’I, Rahong Utara dan Kecamatan Satar Mese.
“Ada 4 atau 5 rumah warga juga rusak. Itu yang laporannya sudah sampai ke kami,” ungkap Jamun.
Pihaknya telah memberikan bantuan darurat berupa sink untuk rumah-rumah yang rusak tersebut.
Menurut Jamun, pihaknya saat ini sedang menginventarisir semua kerusakan yang terjadi akibat hujan deras dan angin kencang selama beberapa hari terakhir ini. Sehingga belum diketahui pasti taksasi kerugiannya.
Sedangkan untuk SDN Lengor sementara ini kerugiannya ditaksir mencapai 800 Juta Rupiah. ”Sementara ini kerugian ditaksir mencapai 700 sampai 800 juta rupiah. Tapi ini untuk bangunannya saja, karena kami belum mendata berbagai perlengkapan di sekolah itu seperti buku-buku, kursi dan meja. Kami konsentrasi dulu pada upaya darurat agar tidak terjadi kefakuman proses KBM di sana,” kata Jamun.
Sementara itu, di Ruteng, Ibu Kota Kabupaten Manggarai, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan tower antena internet dan Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Suara Manggarai roboh rata dengan tanah.
Kerugian ditaksir mencapai 150 Juta Rupiah. Akibatnya, RSPD Suara Manggarai sejak Senin, 18 Januari 2010 tidak bisa mengudara. Demikian juga Warung Internet (Warnet) Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Manggarai tidak beroperasi. Kecuali itu hujan dan angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir juga menyebabkan sejumlah tiang listrik milik PT PLN Ranting Ruteng roboh.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Manggarai, Drs. Siprianus Jamun mengingatkan seluruh masyarakat Manggarai agar senantiasa waspada terhadap bencana alam seperti longsor, banjir dan angin kencang.
Pihaknya juga mengharapkan masyarakat untuk segera menyampaikan laporan jika terjadi bencana baik ke pemerintah desa/kelurahan, kecamatan maupun ke tingkat kabupaten. “Kalau terjadi bencana mohon segera dilaporkan. Kita siap menerima laporan selama 1 kali 24 jam,” kata Jamu.
Informasi lain yang berhasil dihimpun NTT Online menyebutkan bahwa para nelayan di Kecamatan Satar Mese, Satar Mese Barat dan Reo tidak dapat melaut karena tinginya gelombang laut. Plasidus Madi
Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 20 January 2010 20:38 )
Sumber: http://nttonlinenews.com/ntt/index.php?view=article&id=5726%3Amanggarai-...
Post new comment