You are hereKN PRBBK VII: Pemulihan Pasca Bencana dengan Pendekatan PRBBK
KN PRBBK VII: Pemulihan Pasca Bencana dengan Pendekatan PRBBK
KN PRBBK VII: Pemulihan Pasca Bencana dengan Pendekatan PRBBK
Huntara Gondang 1, Wukirsari, Cangkringan, Sleman, 5 Desember 2011
Konferensi Nasional Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (KN PRBBK) VII diselenggarakan pada tanggal 5 – 8 Desember 2011 di Hunian Sementara (Huntara) Gondang 1 Wukirsari, Dusun Gondang Pusung, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Agar peserta lebih dekat masyarakat, maka seluruh peserta tinggal bersama warga untuk mendekatkan peserta dengan warga Huntara – belajar langsung dari sumber pertama PRBBK, yaitu masyarakat itu sendiri.
Ketua Panitia Pengarah KN PRBBK VII, Eko Teguh Paripurno melaporkan saat pembukaan, “KN PRBBK VII ini bertema ‘Pemulihan Pasca Bencana dengan Pendekatan PRBBK’. Peserta kegiatan lebih dari 125 orang, 24 orang di antaranya perempuan. Kegiatan ini disiapkan dan dikelola oleh panitia pengarah, panitia penyelenggara, fasilitator dan relawan total sekitar 83 orang dan sekitar 138 warga dusun Huntara Gondang 1 langsung terlibat mendukung kelancaran seluruh proses kegiatan ini.”
Peserta KN PRBBK VII berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Jogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Peserta ada yang bekerja di pemerintahan di tingkat nasional-provinsi-kabupaten, universitas, Lembaga Swadaya Masyarakat, media, sektor swasta, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Non Pemerintah di tingkat internasional.
Panitia mendapatkan dukungan dari warga Hunian Sementara Gondang 1, Warga dan Kepala Dusun Gondang Pusung, Warga dan Kepala Desa Wukirsari, Camat Cangkringan, POLSEK Cangkringan, KORAMIL Cangkringan, Bupati dan Jajaran PEMKAP Sleman, Gubernur dan Jajaran Pemerintah DIY, Forum Pengurangan Risiko Bencana Provinsi Jawa Tengah, Forum Pengurangan Risiko Bencana Jawa Tengah, Pusat studi Manajemen Bencana Universitas Pembangunan Negara Veteran Yogyakarta, KAPPALA, PADMA, YP2SU, Perkumpulan Lingkar, Combine Resources Institute, Jalin Merapi, Gema Merapi, PASAG Merapi, Saluran Komunikasi Sosial Bersama, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Australia Indonesia Facility for Disaster Reduction, PT HM Sampoerna Tbk, Unilever, Safer Communities thorugh Disaster risk Reduction, Disaster Risk Reduction guided Rehabilitation and Reconstruction (DR4), Plan Indonesia, Childfund beserta mitra-mitra lokalnya, Perkumpulan Skala, dan banyak perorangan dan kelompok yang dengan caranya masing-masing berkontribusi agar konferensi ini berlangsung lancar.
Eko Teguh mengatakan, “Pertanyaan yang ingin dijawab selama konferensi ini antara lain: apakah Warga Dusun sungguh dilibatkan sejak saat penilaian, perencanaan, pelaksanaan maupun monitoring dan evaluasi rehabilitasi? Apakah aspirasi warga terintegrasi dalam rencana wilayah? Apakah kehidupan warga menjadi lebih baik dibanding sebelumnya?”
Tujuan umum dari KN PRBBK VII ini adalah mengembangkan kerangka kerja bersama para pemangku kepentingan dalam mewujudkan pelembagaan gerakan pengelolaan risiko bencana berbasis komunitas di Indonesia untuk menjawab permasalahanpermasalahan penanggulangan bencana yang konstekstual.
Seluruh peserta kegiatan ini tinggal bersama masyarakat, diskusi, paparan dan merencanakan bersama, diharapkan mencapai 3 (tiga) sasaran konferensi, yaitu:
- Meningkatnya pembelajaran bersama peserta konferensi dan masyarakat terdampak erupsi gunungapi Merapi dalam meaksankaan pemulihan pasca bencana dengan pendekatan PRBBK.
- Terumuskannya rekomendasi konferensi, termasuk aspirasi masyarakat untuk pemulihan pasca bencana yang memenuhi hak-hak masyarakat.
- Teridentifikasinya masukan-masukan untuk pemutakhiran “Kiat Tepat Mengurangi Risiko Bencana”.
KN PRBBK VII ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubowono X pada Senin sore (5/12) di Hunian Sementara (Huntara) Gondang 1 Wukirsari. Dalam acara pembukaan ini Sultan HB X didampingi oleh Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ir. Sugeng Triutomo, DESS.; Ketua Panitia Pengarah KN PRBBK VII, Eko Teguh Paripurno; dan Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu.
Setelah pembukaan, pada malam pertama ada paparan konferensi PRBBK dari masa ke masa, kemudian pelembagaan PRBBK.
Pada hari kedua (Selasa, 6/12) ada panel pertama yang memaparkan Kebijakan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Berbasis Komunitas, pendekatan kultural dalam rekolasi, dan pembelajaran upaya rehabilitasi-rekonstruksi berbasis komunitas. Sebelum makan siang ada pembicaraan mengenai “Rekonstruksi Akses dan Kontrol Lahan Terhadap Aset Penghidupan Masyarakat Pasca Bencana Erupsi Gunungapi Merapi”, “Kebijakan Membangun Kembali dengan Lebih Baik: Antara Prinsip dengan Kenyataan”; dan “Peran Organisasi Masyarakat Sipil Dalam Pemulihan Pasca Bencana Merapi.” Setelah makan siang, seluruh peserta diharapkan bergaul dan belajar dengan Warga Dusun. Selanjutnya diteruskan dengan “Pelatihan Pertolongan Pertama dan Bantuan Hidup Dasar untuk Warga”. Sesi dilanjutkan bergaul dengan Warga Dusun. Malam hari ada 3 panel simultan mengenai “Asian Miniterial conference on Disaster Risk Reduction”, Pemutaran Film “Kembali Tangguh”, dan Paparan pemenang Lomba film Dokumenter hari PRB.
Pada hari ketiga (Rabu, 7/12) pagi hari ada 3 lokakarya simultan mengenai “Pemulihan Anak Pasca Bencana”, “Pengalaman Perempuan dan Inisiasi Pusat Krisis berbasis Masyarakat untuk PRB”, “Pemetaan Potensi Bencana”, Pendampingan Sosial pada pelaksanaan Pemulihan Pasca Bencana Erupsi gunungapi Merapi”, Strategi Adaptasi terhadap Respons Pemerintah dan DPRD”, “Perang Informasi dan Implekasi Kebijakan Pemulihan Bencana kasus LAPINDO”. Sebelum makan siang ada diskusi-diskusi: “Membangun Logistik Bencana”, “Intervensi Psikososial Dasar”, dan “Draft PERKA Desa Tangguh”. Setelah makan siang ada diskusi-diskusi: “Survei Views from Frontline 2011”, “Menulis untuk Perubahan”, dan “Model Kajian Pemulihan Pasca Bencana”. Setelah diskusi ada pertemuan pertemuan kelompok , diikuti dengan malam kesedian setelah makan malam.
Pada hari terakhir (Kamis, 8/12) ada pembahasan tema tindak lanjut, dan acara penutupan sebelum makan siang.
Daftar Panitia Pengarah KN PRBBK VII adalah sebagai berikut:
- DR. Ir. Eko Teguh Paripurno M.T. (Ketua Pusat Studi Manajemen Bencana Universitas Pembangunan
- Nasional Veteran, Yogyakarta)
- Kristanto Sinandang MSi. (Head of Conflict Prevention and Recovery Unit United Nations Development
- Programme. Jakarta)
- Ninil R Miftahul Jannah S.Ked (Direktur Eksekutif Perkumpulan Lingkar, Yogyakarta)
- Faisal Djalal MBA (Presidium Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia)
- Tanty Thamrin M. Sc. (Senior Program Manager Child Fund, Jakarta)
- Avianto Amri (Regional Manager Plan International )
- Siti Agustini (National Program Manager SCDRR)
- Danang Samsurizal (Forum PRB Daerah Istimewa Yogyakarta)
Sementara itu Panitia Penyelenggara KN PRBBK VII antara lain:
- Ketua: Catur Sudiro (anggota MPBI, Jakarta)
- Sekretaris / Logistik: Siti Istikana
- Bendahara/Keuangan: Rosalynd Hasibuan
- Acara: Barry Adhitya (Wakil Sekjen MPBI), Ivan V. Ageung (MPBI), Zulkarnain
- Administrasi: Henny Permatasari
- Bahan konferensi: Dewi Andaruni
- Tim lapangan: Bambang Sasongko, Wana Kristanto, Widianto, Banu Subagyo.
--- dp ---


Post new comment