You are hereBerita Media

Berita Media


Early warning systems and politics of fear oleh Jonatan Lassa

Early warning systems and politics of fear

Jonatan Lassa ,  Bonn   |  Mon, 01/25/2010 11:01 AM  |  Opinion

The proponents of the decision of the Bank Century bailout are happy with the explanation that “the benefit of the intervention is the
crisis that did not happen until now”.

In other words, had there been no intervention or confirmed response to the indicated crisis, the risk would’ve been that the crisis may have happened today at an unexpected scale.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas Petugas Pengelola Data Dan Informasi Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana

Kegiatan Peningkatan Kapasitas Petugas Pengelola Data Dan Informasi Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana
Senin, 28 Juni 2010 11:42

Pada tanggal 22 s/d 26 Juni 2010 di Hotel Golden, Makassar, Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian Kesehatan melaksanakan kegiatan pelatihan Peningkatan Kapasitas Petugas Pengelola Data Dan Informasi Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana. Acara pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kemkes, Mudjiharto, SKM, MM.

Pertemuan Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor Tingkat Nasional

Pertemuan Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor Tingkat Nasional
Selasa, 29 Juni 2010 11:11

Pada tanggal 14 s/d 16 Juni 2010 di Hotel Garden Palace, Surabaya, Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian Kesehatan melaksanakan kegiatan Pertemuan Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor Tingkat Nasional. Acara pertemuan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, dr. Ratna Rosita, MPHM.

Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Penggunaan Radio Komunikasi untuk Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana

Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Penggunaan Radio Komunikasi untuk Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana.
Senin, 19 Juli 2010 09:58

Pada tanggal 13 s/d 16 Juni 2010 di Hotel Pangeran City, Padang, Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian Kesehatan melaksanakan kegiatan pelatihan Peningkatan Kemampuan Penggunaan Radio Komunikasi untuk Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana. Acara pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian Kesehatan, Mudjiharto,SKM,MM.

Pelatihan Teknis Peningkatan Kemampuan SDM Dalam Penggunaan Sarana Evakuasi Korban Bencana Di Perairan

Pelatihan Teknis Peningkatan Kemampuan SDM Dalam Penggunaan Sarana Evakuasi Korban Bencana Di Perairan
Selasa, 13 Juli 2010 09:09

Pada tanggal 1 s/d 4 Juli 2010 di Pantai Sanur, Bali Pusat Penanggulangan
Krisis Kementerian Kesehatan melaksanakan Kegiatan Pelatihan Teknis
Peningkatan Kemampuan SDM dalam Penggunaan Sarana Evakuasi Korban
Bencana di Perairan. Acara pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala
Pusat Penanggulangan Krisis Kemkes, Mudjiharto, SKM, MM.

Peningkatan Kapasitas Petugas dalam Penggunaan Alat Komunikasi Bencana untuk Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana

Peningkatan Kapasitas Petugas dalam Penggunaan Alat Komunikasi Bencana untuk Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana
Minggu, 25 Juli 2010 20:52

Pada tanggal 20 s/d 23 Juli 2010 di Hotel Grand Mahkota, Pontianak Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian Kesehatan melaksanakan Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Petugas dalam Penggunaan Alat komunikasi Bencana untuk Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana.

Risiko Bencana Masuk Kurikulum

Risiko Bencana Masuk Kurikulum
30 Juli 2010 | Laporan oleh Arimas

Jakarta - Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) bekerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP), memasukkan atau mengintegrasikan pengetahuan pengurangan risiko bencana (PRB) ke dalam kurikulum sekolah. Hal ini dituangkan dalam sebuah kebijakan nasional melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan Nasional No. 70a/SE/MPN/2010 tentang Pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah.

Indonesia mengikrarkan lebih dari 3.000 sekolah dan 100 rumah sakit aman

Indonesia mengikrarkan lebih dari 3.000 sekolah dan 100 rumah sakit aman

-- Kementrian Pendidikan dan Kesehatan bergabung dalam  Kampanye "Satu Juta Sekolah dan Rumah Sakit Aman"

Jakarta, 29 Juli 2010 - Indonesia saat ini telah berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan 3.156 sekolah dan 105 rumah sakit sebagai bagian dari Kampanye "Satu Juta Sekolah dan Rumah Sakit Aman", yang sebelumnya telah diluncurkan secara global di Manila pada bulan April 2010 yang lalu.

Kemendiknas: Selenggarakan Penanggulangan Bencana di Sekolah

Kemendiknas: Selenggarakan Penanggulangan Bencana di Sekolah
Antara - Kamis, 29 Juli

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Nasional menyatakan, seluruh pemerintah daerah diimbau menyelenggarakan penanggulangan bencana di sekolah di tengah kurangnya pengetahuan anak terhadap bencana alam.

"Kementerian Pendidikan Nasional membuat kebijakan untuk membuat anak Indonesia memiliki pengetahuan tentang bagaimana menghadapi bencana karena hal ini sangat penting," kata Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendiknas Suyanto, di Jakarta, Kamis.

Rumah Sakit dan Sekolah Harus Aman

BENCANA
Rumah Sakit dan Sekolah Harus Aman
Jumat, 30 Juli 2010 | 08:51 WIB

Jakarta, Kompas - Rumah sakit dan sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi masyarakat saat terjadi bencana. Fasilitas umum, terutama di daerah rawan bencana, akan ditingkatkan kekuatan dan kesiapsiagaan komunitas di dalamnya dalam menghadapi bencana, terutama gempa, banjir, dan kebakaran.

Indonesia Pledges Safety of Over 3,000 Schools and 100-plus hospitals

Indonesia Pledges Safety of Over 3,000 Schools and 100-plus hospitals

    * Type:News briefs
    * Date:29 Jul 2010
    * Source:United Nations International Strategy for Disaster Reduction Secretariat - Asia and Pacific (UNISDR - AP); United Nations International Strategy for Disaster Reduction Secretariat (UNISDR)
    * Language:English

INDONESIA PLEDGES SAFETY OF OVER 3,000 SCHOOLS AND 100-PLUS HOSPITALS
Education and Heath ministries join “One Million Safe Schools and Hospitals Campaign”

Jakarta, 29 July 2010 – Indonesia today committed to increase the safety of 3,156 schools and 105 hospitals as part of its engagement to the One Million Safe Schools and Hospitals Campaign, launched globally in Manila last April 2010.

Pengurangan Resiko Bencana Resmi Jadi Kurikulum

Pengurangan Resiko Bencana Resmi Jadi Kurikulum
Kamis, 29 Juli 2010 | 11:33 WIB

Layar Pemantau Peringatan Tsunami Indonesia pada simulasi Tsunami Drill International 2009 & Exercise IOWVE 2009, Jakarta, Rabu(14/10). Kegiatan ini melatih kesiagaan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami. Foto: TEMPO/Subekti

TEMPO Interaktif, Jakarta -- Kementerian Pendidikan Nasional mulai 2011 mengintegrasikan kurikulum Pengurangan Resiko Berencana pada pendidikan dasar hingga menengah. "Pengintegrasiannya mungkin pada tingkat topik bahasan seperti pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, "    kata  Bambang Indriyanto, Sekretaris Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional, dalam keterangan pers di kantornya, Kamis (29/7).

Siswa Akan Memperoleh Pengetahuan Bencana

Siswa Akan Memperoleh Pengetahuan Bencana
Kamis, 29/07/2010 - 16:53

JAKARTA, (PRLM).-Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) akan mengintegrasikan pengetahuan pengurangan risiko bencana (PRB) ke dalam kurikulum. Siswa mulai jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang tepat untuk menyelamatkan diri saat terjadi bencana, serta akan turut serta dalam mengurangi risiko bencana.

RSUD Palabuhanratu Renovasi UGD

RSUD Palabuhanratu Renovasi UGD
Kamis, 29/07/2010 - 19:52

SUKABUMI, (PRLM).- Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu tengah merenovasi gedung Unit Gawat Darurat (UGD) yang salah satunya untuk penanganan para pasien korban bencana alam dan kecelakaan lalu lintas menonjol (lakajol). Dengan renovasi itu, gedung UGD baru nantinya bisa menampung 40 pasien, termasuk pasien korban bencana alam dan lakajol.

Kurangi Resiko Bencana lewat Sekolah

Kurangi Resiko Bencana lewat Sekolah

Kamis, 29 Juli 2010 - 16:35 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Pengetahuan pengurangan resiko bencana (PRB) segera dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan. Siswa mulai sekolah dasar (SD) sampai dengan sekolah menengah atas (SMA) akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang tepat untuk menyelamatkan diri saat terjadi bencana.

Selain itu, mereka akan turut serta dalam mengurangi resiko bencana.